Senin, 17 November 2025

Pengelolaan Cagar Budaya Berbasis Prosedur: Studi Kasus Makam La Salewangeng To Tenri Ruwa Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan

Pengelolaan Cagar Budaya Berbasis Prosedur pada Makam La Salewangeng To Tenri Ruwa di Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dapat dipahami melalui studi sejarah dan pelestarian situs tersebut yang melibatkan pendekatan prosedural dan partisipasi komunitas lokal.

Latar Belakang dan Sejarah Makam La Salewangeng To Tenri Ruwa
Makam La Salewangeng To Tenri Ruwa merupakan kompleks makam peninggalan Kerajaan Wajo yang terletak di Kecamatan Majauleng. Makam ini adalah tempat peristirahatan Arung Matoa Wajo ke-XXX yang memerintah sekitar tahun 1715. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang membangun perekonomian dan militer Wajo dengan membentuk koperasi, membeli senjata, serta melakukan pelatihan militer. Selain itu, beliau juga mengembangkan irigasi untuk meningkatkan hasil pertanian di Wajo56.

Prosedur Pengelolaan Cagar Budaya
Pengelolaan makam ini dilakukan dengan prosedur yang melibatkan beberapa aspek penting:

  • Pelestarian dan Pemeliharaan Fisik: Situs makam dirawat dengan menjaga struktur makam dan nisan yang memiliki ragam hias khas seperti suluran daun, bunga, geometri, dan kaligrafi. Pengelolaan ini juga mencakup pemeliharaan lingkungan sekitar makam agar tetap terjaga keasriannya1.

  • Pendokumentasian dan Penelitian Sejarah: Pengelolaan berbasis prosedur melibatkan pendokumentasian kondisi makam dan penelitian sejarah secara mendalam untuk memastikan keaslian dan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Hal ini juga termasuk pengumpulan informasi dari sumber lisan dan tertulis yang terkait dengan tokoh-tokoh yang dimakamkan4.

  • Pendidikan dan Sosialisasi Budaya: Kegiatan edukasi dan sosialisasi dilakukan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar mengenal dan menghargai situs sejarah ini. Contohnya adalah kunjungan pelajar dan pemuda ke situs makam yang difasilitasi oleh komunitas budaya seperti Rumpewa dan Komunitas Karawa yang memberikan penjelasan sejarah dan nilai budaya situs tersebut3.

  • Keterlibatan Komunitas Lokal: Pengelolaan makam ini juga melibatkan partisipasi aktif komunitas lokal sebagai pelestari budaya, yang berperan dalam menjaga dan mengelola situs secara berkelanjutan. Komunitas ini berfungsi sebagai penjaga nilai-nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam makam tersebut35.

Studi Kasus dan Implikasi
Studi kasus Makam La Salewangeng To Tenri Ruwa menunjukkan bahwa pengelolaan cagar budaya berbasis prosedur tidak hanya fokus pada aspek fisik situs, tetapi juga pada aspek edukasi, pelibatan masyarakat, dan pelestarian nilai sejarah yang terkandung. Pendekatan ini penting untuk menjaga keberlanjutan situs sebagai warisan budaya sekaligus sebagai sumber pengetahuan sejarah bagi generasi mendatang.

Dengan demikian, pengelolaan makam ini menjadi contoh bagaimana prosedur yang terstruktur dan partisipasi komunitas dapat mendukung pelestarian cagar budaya secara efektif di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan356.

Daftar Referensi

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Makam_La_Tenri_Ruwa
  2. https://www.youtube.com/watch?v=_RMGUtoicHg
  3. https://matakita.co/2017/08/27/rumpewa-ajak-pelajar-wajo-mengenal-situs-sejarah/
  4. https://id.scribd.com/document/686560342/Sejarah-Wajo
  5. https://www.hipermawakoppnup.org/2020/02/kunjungan-situs-budaya.html
  6. https://anyflip.com/qyutr/llkb/basic/251-300
  7. https://www.academia.edu/38675072/Sejarah_kerajaan_sulsel